Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat
Penjabat Kepala Desa Bebidas
Hasmayadi
Sekretaris Desa : Moh. Habihus Biangka, S.Pd
Kaur Keuangan : Mohamad Alwi
Kaur TU &n Umum : Marsihin, SP
Kaur Perencanaan : Rapiadin, S.Kom
Kasi Pemerintahan : Rusli, S.Pd.I
Kasi Kesra : Sena, S.IP
Kasi Pelayanan : hermanto, A.Md
Desa Bebidas sebelum menjadi desa definitif, merupakan bagian dari wilayah Desa Karang Baru, Desa Karang Barupeahan dari Desa Wanasaba. seiring dengan perkembangan dan kebijakan pemerintah mengenai desa, maka berdasarkan kesepakatan dan persetujuan semua masyarakat melalui musyawarah, pada tahun2003 Desa Karang Baru dimekarka menjadi 2 (dua) desa, yakni Desa Karang Baru (induk) dan Desa Bebidas (Pemekaran). Desa Bebidas definiif pada tahun 2004, kemudian pada tahun 2011 Desa Bebidas dimekarkan lagi menjadi dua desa yaitu Desa Bebidas (induk) dan Desa Otak Rarangan (pemekaran)
Desa Bebidas dalam rangka lebih meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, kualitas derajat kesehatan masyarakat, kualitas pengalaman dan pemahaman terhadap ajaran agama serta pemeliharaan budaya dari tahun ketahun terus meningkat. Hal ini terbukti dengan telah banyak dibangunnya sarana dan prasarana penunjang yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkansumber daya manusia seutuhnya.
Sarana dan prasarana kesehatan danpendidikan dari tahun ketahun cukup menggembirakan dan cukup memadai. Peran serta masyarakat cukup tinggi dalam rangka mensukseskan program-program dibidang kesehatan dan pendidikan. hal ini tercermin dari adanya 14 unit posyandu, 1 unit Polindes yang dibantu dengan tenaga 1 orang dokter.
A. SEJARAH DESA BEBIDAS
Awal mula dinamakan kampun Bebidas, yaitu pada zaman dahulu sekitar ahun 1930 an ada beberapa masyarakat dai Desa Wanasaba mencoba bercocok tanam di wilayah kampung Bebidas, karena tanahnya yang sangat subur sehingga masyarakat tersebut memilih untuk menetap tinggal diwilayah tersebut, itupun menempati lahan masing-masing sengga antara rumah satu dengan yang lainnya jaraknya berjauhan. pada saat itu belum banyak jenis tanaman yang bisa ditanam hanya padi bulu, singkong dan ubi jalar, karena keadaan wilayahnya masih rimbun, sangat digemari sekali oleh babi dan seringkali memakan tanaman sehingga masyarakat sangat terganggu sekali dengan keberadaan babi-babi tersebut, ambil menyuruh babi-babi itu pergi, penduduk setempat selalu memakai kata "Babi Daaaauuusss" dan kata-kata tersebut lazim dipakai oleh masyarakat setempat, sehingga semua masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut sepakat untuk membanun sebuah kampung dengan nama "BEBIDAS".
B. KONDISI GEOGRAFIS
Pusat pemerintahan Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur terletak pada koordinat 15,12 BujurTimur dan 115 Lintang Utara dengan elepasi MDPL sedangkan wilayah Desa ebidas berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR)
Sebelah Selatan : Desa Otak Rarangan
Sebelah Barat : Desa Karang Baru Timur dan Desa Jineng
Sebelah Timur : Desa Suela dan Desa Sapit
Desa Bebidas memiliki luas wilayah 3.463 Ha dengan lahan produktif 2138 Ha meliputi :
a. Tata Guna Tanah di Desa Bebidas
1. Tanah Pemukima : 925 Ha
2. Persawahan : 1220 Ha
3. Perkebunan/Tegalan : 918 Ha
4. Hutan Lindung : -
5. Lain-lain : 400 Ha
b. Jumlah Dusun/RT di Desa Bebidas
1. Beidas Barat : 5
2. Bebidas Timur : 7
3. Bebidas Selatan : 6
4. Lendang Nangka : 4
5. Bebidas Utara : 8
6. Liwatan Pucat : 6
7. Tanak Betian : 7
8. Jurangkoak : 17
9. Burne : 4
10. Tandan Golok : 4
11. Dasan Reban : 5
12. Tibulampit Timur : 5
Jumlah....78
Letak Desa Bebidas berada di sebelah utara Ibu Kota Kecamatan Wanasaba, jarak dari Desa Bebidas ke Ibu Kota Kecamatan sekitar 8 KM dan ke Ibu Kota Kabupaten sektar 22,3 KM.
Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur menunjukkanpenampakan miring dari utara kearah selatan dengan kemiringan 35% di bagian penggiran desa merupakan lahan perkebunan, sawah dan ladang serta dibagian tengah mepakan hamparan pemukiman, lokasi onsenrasi, kerajinan, pendidikan, lapangan olahraga, sarana peribadatan seperti masjid, mushalla yang tersebar di setiap dusun.
Desa bebidas beriklim tropisyan dipengaruhi oleh tekanan udara pada garis khatulistiwa dan angin dari arah utara dan selata. rata-rata curah hujan pada tahun 2017 1500 - 2500 mm/tahun denan 6 bulan basah.
Selama 5 tahun terkahir, curah hujannyacukup pluktuatif. Curah hujan tertinggi umumnya terjadi pada bulan-bulan November dan Desember. pada bulan Januari, Pebruari dan Maret julah hari-hari hujan pada bulan terset juga berbeda-beda. Dari itu maka Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur seperti halnya dengan desa-desa lainnya di Kabupaen Lombok Timur memiliki dua musim yaitu musim Hujan sekitar bulan November sampai dengan Pebruari atau Maret dan musim kemarau pada bulan Maret hingga Oktober.
Curah hujan tertinggi pada tahun 2017 teradi pada bulan Januari sebesar 300 mm dan terendah pada bulan Mei 10 mm. sedangkan jmlah hari hujan terjadi pada bulan Desember sebanyak 17 hari dan paling seikit pada bulan Mei dan Juni yaitu sebanyak 3 hari, rata-rata curah hujan perbulan selama lima tahun terakhir adalah 150 mm dan pada kurun waktu yang sama rata-rata jumlah hari hujan perbulan adalah sebanyak 10 hari.
Jumlah Penduduk Desa Bebidas sampai dengan pertengahan tahun 2017 tercatat sebanyak 9.772 jiwa terdiri atas 4.602 jiwa laki-laki dan terdiri atas 5.170 jiwa perempuan.Selama 5 tahun terkahir, curah hujannyacukup pluktuatif. Curah hujan tertinggi umumnya terjadi pada bulan-bulan November dan Desember. pada bulan Januari, Pebruari dan Maret julah hari-hari hujan pada bulan terset juga berbeda-beda. Dari itu maka Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur seperti halnya dengan desa-desa lainnya di Kabupaen Lombok Timur memiliki dua musim yaitu musim Hujan sekitar bulan November sampai dengan Pebruari atau Maret dan musim kemarau pada bulan Maret hingga Oktober.
Curah hujan tertinggi pada tahun 2017 teradi pada bulan Januari sebesar 300 mm dan terendah pada bulan Mei 10 mm. sedangkan jmlah hari hujan terjadi pada bulan Desember sebanyak 17 hari dan paling seikit pada bulan Mei dan Juni yaitu sebanyak 3 hari, rata-rata curah hujan perbulan selama lima tahun terakhir adalah 150 mm dan pada kurun waktu yang sama rata-rata jumlah hari hujan perbulan adalah sebanyak 10 hari.
C. PENDUDUK
D. SOSIAL
Sarana dan prasarana kesehatan danpendidikan dari tahun ketahun cukup menggembirakan dan cukup memadai. Peran serta masyarakat cukup tinggi dalam rangka mensukseskan program-program dibidang kesehatan dan pendidikan. hal ini tercermin dari adanya 14 unit posyandu, 1 unit Polindes yang dibantu dengan tenaga 1 orang dokter.


Salam pembangunan....
BalasHapus